| Konsumsi Buah & Sayur Tak Cegah Tubuh dari Kanker? | ||||
|
|
SEBUAH penelitian internasional pada hampir 500 ribu orang telah mengkonfirmasi bahwa makan buah-buahan dan sayuran tidak mencegah kanker. Bagaimana logikanya? Hasil studi ini jelas menentang keputusan yang telah dibuat World Health Organization (WHO) pada 20 tahun lalu. Organisasi kesehatan dunia tersebut telah menjadi acuan untuk iklan pemerintah federal Amerika Serikat yang berisi ajakan makan dua potong buah dan lima porsi sayuran sehari. Padahal, kampanye yang diluncurkan lima tahun lalu itu telah memakan biaya lebih dari USD4,8 juta. Namun, para ahli kanker sempat mendesak masyarakat untuk tidak mengabaikan rekomendasi WHO. Pasalnya, asupan tinggi buah dan sayuran masih bermanfaat melawan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar dan payudara, yang berhubungan dengan obesitas. ”Kami masih belum mendapatkan penjelasan yang jelas mengapa buah-buahan segar dan sayuran untuk mengurangi kanker, tetapi kita tahu bahwa beberapa jenis kanker terkait dengan obesitas. Sehingga, orang harus mempertahankan berat badan di titik normal,'' kata kepala eksekutif Dewan Kanker Australia, Ian Olver. Lebih lanjut, selama delapan tahun, sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Eropa menganalisis 478 ribu orang. Penelitian menemukan bahwa konsumsi sekira 400 gram buah dan sayuran setiap hari merupakan cara sederhana demi perlindungan terhadap kanker. Demikian okezone lansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (7/4/2010). Kendati demikian, studi yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute yang dihelat antara tahun 1992 dan 2000 ini menemukan tidak ada bukti hubungan antara kanker dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, walaupun review pada tahun 1997 oleh World Cancer Research Fund mengklaim telah menemukan bukti yang meyakinkan. Bruce Armstrong, seorang profesor kesehatan masyarakat di University of Sydney mengatakan bahwa dalam penelitian tersebut buah dan sayur tidak difokuskan pada setiap jenis kanker tertentu, namun berhubungan dengan beberapa jenis penyakit yang dikaitkan dengan diet atau pola makan. “Buah dan sayuran jelas memiliki efek perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. Jadi, kita tidak memberikan pesan yang salah,'' ujarnya. Hasil ini juga mendukung studi 2007 di Australia yang menemukan bahwa hidup di kisaran berat badan yang sehat (ideal) lebih penting dalam pencegahan kanker daripada mengikuti panduan gizi. |
















